Arsip

Arsip Penulis

Indonesia Mengajar – Resensi Buku

Desember 31, 2011 2 komentar

(gambar dari :http://indonesiamengajar.org)

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari 51 pengajar muda.
Para lulusan sarjana dari perguruan tinggi negeri ini yang bergabung dalam gerakan Indonesia Mengajar.
(lebih lengkap mengenai Indonesia Mengajar di : http://indonesiamengajar.org)
Para pengajar muda ini selama setahun ditugaskan untuk menjadi pengajar (SD) di pelosok negeri.
Mereka ditempatkan di sekolah-sekolah di Bengkalis-Riau, Halmahera Selatan-Maluku Utara, Majene-Sulawesi Selatan,
Paser-Kalimantan Timur dan Tulang Bawang Barat-Lampung.
Disana mereka mengabdi untuk membagikan ilmu, membagikan inspirasi, menjadi role model bagi anak didik mereka.

Buku ini adalah kumpulan tulisan dari pengalaman mereka selama menjadi pengajar muda.
Ada banyak cerita yang mereka tuliskan dalam buku ini.
Ada cerita yang menarik, ada cerita yang lucu, ada juga bercerita mengenai kegetiran.

Cerita mengenai kondisi sekolah tempat mereka mengajar, kondisi dari anak didik mereka,
teknik mereka menghadapi dan menangkap hati anak didik mereka sampai kekaguman mereka terhadap budaya masyarakat lokal.

Suatu cerita mengenai pengajar muda yang diminta untuk memberikan nama bagi bayi yang baru lahir.
Dengan harapan besar dari orang tuanya agar dapat ketularan pintar. (Namaku masa depanku)

Cerita yang lain mengenai pengajar muda yang berusaha membangkitkan motivasi siswa.
Mimpi bahwa bertemu dengan wakil presiden,hal yang merupakan hal yang tak terbayangkan oleh sebagian besar anak didiknya bukanlah suatu yang mustahil diwujudkan. (Satriana bertemu wakil presiden)

Ada juga cerita mengenai pengajar muda yang terharu setelah menerima surat, surat (cinta) juga puisi dari anak didik mereka ( Surat untuk Bapak Guru, Jatuh Cinta Setengah Mati)

Atau cerita mengenai anak-anak cerdas yang ada di negeri ini. (Rizki, MY Genius Student, Si Eko si Eko, Ibu Guru Laini)

Menurut pendapat pribadi, buku ini layak untuk dibaca.
Bukan untuk menumbuhkan pesismisme mengenai kondisi pendidikan di negeri.
Bahwa pendidikan belum merata dan dapat dinikmati secara layak oleh anak negeri.

Namun untuk membangkitkan rasa optimisme.
Bahwa dengan segala keterbatasan, anak-anak pelosok negeri ini masih semangat untuk belajar.
Bahwa dengan segala kekurangan mereka, masih banyak anak-anak negeri ini yang genius dan cerdas.

Bahwa di tengah era konsumerisme dan kapitalisme, masih banyak anak negeri ini yang mau peduli.
Mereka memilki kepedulian akan pendidikan negeri ini
Rela meninggalkan kota untuk untuk mengabdi di pelosok negeri, sebagai guru.
Mereka adalah para pengajar muda. (311211)

Iklan

Gerakan Sosial di Era Internet & Sosial Media

Desember 3, 2011 Tinggalkan komentar

Gerakan Sosial di Era Internet & Sosial Media
Cerita dari On|Off 2011 (pesta blogger 2011)

Hari ini adalah puncak dari acara Pesta Blogger 2011, yang diberi judul ON|OFF 2011.
Pelaksanaan acara puncak mengambil tempat di Epicentrum Walk Rasuna Said.
Selain beberapa workshop dan hiburan, di acara ini juga terdapat beberapa stand dari komunitas.

Ada beberapa stand yang menarik perhatian saya, yaitu stand-stand dari gerakan sosial.
Gerakan sosial ini adalah wajah baru dari gerakan sosial yang muncul era internet.
Yang juga didukung dengan berkembangnya sosial media di Indonesia.

Gerakan sosial ini memanfaatkan internet sebagai sarana promosi atau penggalangan dukungan.
Bermuala dari dunia maya (internet), gerakana sosial ini akan berbuah menjadi aksi nyata.

Berikut stand gerakan sosial yang saya temui di On Off 2011.

1. Indonesia Mengajar (http://indonesiamengajar.org/)

Pendiri Indonesia Mengajar (Anies Baswedan) dalam pembukaan ON|OFF 2011

Indonesia mengajar adalah sebuah gerakan untuk mengirimkan sarjana lulusan dari perguruan tinggi
di Indonesia untuk menjadi pengajar di daerah-daerah terpencil di Indonesia.
Selama satu tahun, para pengajar ini akan tinggal dan menjadi pengajar di beberapa daerah di Indonesia.
Program ini diinisiasi oleh Anies Baswedan, rektor universitas Paramadina, di tahun 2010.

Ajakan awal mengenai program ini dibuat oleh Anies Baswedan dalam bentuk surat terbuka untuk anak muda Indonesia.
Surat ini kemudian menyebar melalui email, blog, facebook dan media sosial lainnya.
Ajakan ini mendapat respon yang sangat positif.
Sampai sekarang, Indonesia Mengajar sudah berjalan sebanyak 3 gelombang dan dalam proses seleksi gelombang keempat.

Berikut surat terbuka mengenai Indonesia mengajar yang terdapat di sebuah blog.

2. Blood for Life (http://id-id.facebook.com/Blood4LifeId)

Stand Blood for Life di ON|OFF 2011

Blood for Life adalah wadah yang menjembatani antara donor dan pendonor.
Kegiatan ini digagas oleh seorang blogger yang bermula dari milist : blood-for-life@googlegroups.com.
Ketika terbentuk pertama kali,di Maret 2009,terdiri dari 44 email accounts, yang merepresentasikan 44 anggota.

Link liputan mengenai Blood for Life di Jakarta Globe.

3. Coin a chance (http://coinachance.com)

Stand Coin a chance di ON|OFF 2011

Program dari gerakan Coin a chance untuk mengumpulkan uang recehan (koin) yang
kemudian digunakan untuk membantu beasiswa untuk anak dari keluarga kurang mampu.
Gerakan ini mempunyai tagline : drop, collect and send those kids back to school.
Gerakan ini secara resmi diluncurkan pada Desember 2008, melalui blog coinachance.wordpress.com.
Sampai sekarang Coin a chance sudah memberikan beasiswa untuk 10 anak, dan mempunyai jaringan di 8 wilayah.

 

Kategori:Berbagi Cerita

Sombong

Desember 2, 2011 Tinggalkan komentar

Sombong adalah merasa lebih dari orang lain :

karena ilmu yang dimiliki
karena senioritas / lebih tua / lebih dahulu
karena kekuasaan yang dimiliki
karena harta yang dimiliki
karena pengalaman yang dimiliki
karena teman yang dipunyai
karena kekuatan tubuh / ketampanan/kecantikan wajah
karena banyaknya amal yang telah dilakukan

Merasa lebih yang mengakibatkan :

merendahkan orang lain
tidak mau kalah dari orang lain
menolak kebenaran dari orang lain
merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain

Sombong lah yang :

menyebabkan Iblis diusir dari surga-Mu karena menolak bersujud kepada Nabi Adam AS
menyebabkan Firaun mendapatkan adzab-Mu karena mengangkat diri menjadi Tuhan
menyebabkan timbulnya kemunafikan di hati Abdullah bin Ubay
menyebabkan seorang terhalang untuk masuk kedalam surga

Ya Allah, jauhkanlah hamba dari sifat sombong ini.

 

Kategori:Refleksi

Rabithah

November 13, 2011 Tinggalkan komentar

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Rabithah – Izzatul Islam

Kategori:Berbagi Cerita

merenungkan #perjuangan

November 7, 2011 Tinggalkan komentar

#perjuangan adalah proses untuk mencapai TUJUAN/CITA CITA

TUJUAN yang tidak mudah untuk dicapai #perjuangan

banyak HAMBATAN dan TANTANGAN yang harus dihadapi #perjuangan

memerlukan PENGORBANAN dalam mencapainya #perjuangan

memerlukan TEKAD dan SEMANGAT yang kuat #perjuangan

memerlukan KESABARAN #perjuangan

sudahkah aku melakukan #perjuangan ?

Kategori:Refleksi

My Desain …..

Oktober 24, 2011 Tinggalkan komentar


HOS Tjokroaminoto adalah tokoh pergerakan generasi awal Indonesia, dan juga guru bagi tokoh2x pergerakan generasi setelahnya.

Niatnya menyaingi kaos bergambar tokoh pergerakan yang sudah lebih dahulu populer.

Ibadah, Syukur dan Nikmat

Oktober 16, 2011 Tinggalkan komentar

ilustrasi ibadah
Gambar dari : http://denbagusagung.com

Ibadah adalah sebuah bentuk rasa syukur.
Rasa syukur kita sebagai hamba atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Jika diibaratkan,  ibadah seperti saat kita selesai makan di warung,
maka kita wajib membayar atas makanan yang telah kita makan.

Selesai membayar, kita tidak mendapatkan hal yang lain atau menuntut hal yang lain.
Karena bayaran yang kita berikan, hanya cukup sebagai pengganti makanan yang telah kita makan.

Menurut saya, begitu jugalah hakekat ibadah.
Kita beribadah sebagai bentuk syukur kita atas nikmat.
Kita beribadah sebagai “bayaran” atas¬† nikmat yang telah kita terima.

Walaupun “bayaran” tersebut tidaklah sebanding.
Karena sedemikian banyak nikmat yang telah kita terima.
Yang bahkan tidak bisa kita hitung berapa banyaknya.

Berangkat dari hakekat ini, maka adalah tidak pantas apabila kita “menuntut” sesuatu kepada Allah, dikarenakan ibadah kita. Karena kita merasa sudah beribadah, kita “menuntut” agar Allah memenuhi keinginan-keinginan kita.

Ibadah adalah kewajiban yang harus ditunaikan karena hak yang sudah didapatkan.
Karena hak sudah didapatkan, maka tidak ada hak lagi yang tersisa yang bisa kita tuntut.

Namun, apakah berarti kita tidak boleh berharap dalam ibadah kita ?
Tentu saja boleh, karena Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang.
Apabila kita beribadah sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang kita terima.
Maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita.

Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( QS : Ibrahim: 7)

Maka beribadahlah, bersyukurlah atas nikmat yang telah dan masih diberikan kepada kita.
Dan bertawakkalah, niscaya Allah akan memberikan tambahan nikmat-Nya kepada kita.

 

Reminder untuk diri – Tangerang 161011

Kategori:Refleksi