Arsip

Archive for the ‘Memaknai Kerja’ Category

Bekerja sebagai Ibadah

September 11, 2011 Tinggalkan komentar

 

gambar dari : http://dianparamita.com

Pemaknaan bekerja sebagai ibadah bisa berbeda-beda antar orang. Ada yang berpendapat apabila kita bekerja dan memperoleh rizki dengan cara yang halal, maka itu sudah termasuk ibadah. Hal ini menurut saya tidak salah, namun tidak cukup hanya seperti itu saja. Ada tiga hal yang menurut saya bisa untuk memaknai kerja sebagai ibadah.

Bekerja adalah suatu proses untuk menghasilkan karya. Sebuah karya yang harus dapat dirasakann manfaatnya. Maka bekerja adalah sebuah proses memberkan kemanfaat kepada orang lain. Itu adalah nilai ibadah dalam bekerja. Dengan pemaknaan ini, maka semakin keras kita bekerja, semakin besar manfaat yang dirasakan orang lain maka semakin tinggi nilai ibadah kita.  Bukankah Rasulullah SAW bersabda : Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain ?

Manfaat yang timbul dari bekerja ini bisa dilihat dari dua sisi.

Yang pertama adalah secara langsung dari proses kerja kita. Sebagai contoh adalah guru yang selama proses bekerja langsung memberikan manfaat yang dirasakan oleh anak didiknya. Atau dokter dan perawat yang membantu orang sakit. Atau bisa juga seorang penyapu jalan yang membersihkan jalanan dari sampah dan kotoran.

Yang kedua bisa dari hasil kerjanya. Dari penghasilan yang kita perolah dari pekerjaan kita. Apabila penghasilan tersebut kita gunakan untuk memberi manfaat lewat zakat atau infaq, maka kerja kita juga bernilai ibadah.

Semua hal diatas dengan suatu catatan penting. Bahwa dalam bekerja kita harus ikhlash tuk mencari ridho Allah semata.
(old note in 2008)

Kategori:Memaknai Kerja

Selingkuh dalam Pekerjaan, Etis kah??

‘sebuah tulisan lama juga, diawal mulai bekerja”

Selama ini kita sudah sering mendengar kata selingkuh. Dan kita mempersepsikan bahwa penggunaan kata tersebut berkaitan dengan hubungan antara manusia.  Seorang  suami dikatakan selingkuh bila ia menjalin hubungan dengan perempuan lain yang bukan istrinya.  Atau ada juga selingkuh dalam pacaran (bagi yg menganggap pacaran adalah suatu ikatan).

Itu adalah asumsi umum tentang selingkuh. Lalu apakah yang saya maksudkan dengan selingkuh dalam pekerjaan. Harap diperhatikan bahwa yang saya maksudkan bukanlah selingkuh di tempat kerja. Jadi bukan selingkuh antara rekan kerja yang saya maksudkan. Yang saya maksudkan dengan selingkuh dalam pekerjaan adalah,

Kita melakukan penjajakan hubungan dengan suatu perusahaan lain, sementara kita masih terikat kontrak dengan perusahaan kita. “ Baca selanjutnya…

Kategori:Memaknai Kerja

Apa yang dicari dalam bekerja ?

Ini adalah tulisan lama yang tersimpan di buku catatanku, dengan beberapa perbaikan.

Apa yang dicari dalam bekerja ?

Pertanyaan ini muncul di awal2x aku mulai bekerja, sekitar 5 tahun lalu. Dan terkadang pertanyaan ini kembali muncul dan mengusikku. Ketika ada teman kerjaku pindah kerja atau mulai merasa tidak betah dan ingin keluar dari pekerjaannya.

Menurut pendapatku ada beberapa hal yang dicari dan ingin didapatkan oleh orang dengan bekerja.

1. Mencari uang.

Hal ini adalah hal yang paling dasar yang mendorong seseorang untuk bekerja.  Untuk mencari nafkah (uang), untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarga.

Hal ini juga yang biasa digunakan sebagai pertimbangan dalam memilih suatu pekerjaan. Semakin besar gaji (uang) yang ditawarkan oleh pekerjaan tersebut, maka semakin menarik perkerjaan itu. Banyak orang yang berpindah-pindah kerja untuk mencari gaji yang lebih tinggi. Baca selanjutnya…

Kategori:Memaknai Kerja

ORANG-ORANG YANG KALAH

Januari 2, 2011 Tinggalkan komentar

Mereka mengeluh mengenai pekerjaan mereka. Mengenai fasilitas yang didapatkan dan tetek bengeknya. Mereka secara terang-terangan mengungkapkan kekecewaan terhadap pekerjaan mereka saat ini. Ditambah dengan bumbu-bumbu yang sedap, hal itu mereka ungkapkan kepada orang lain.

Namun pada akhirnya adalah ungkapan orang-orang yang kalah. “ Kalau saya ya mau bagaimana lagi? Walau pekerjaan seperti ini, kalau mau tetap makan ya harus kerja “.

Suatu kalimat penutup yang menunjukkan ketidakmampuan mereka. Menunjukkan kekalahan mereka. Kalau memang mereka sudah tidak merasa betah dengan pekerjaan mereka, mengapa mereka tidak keluar. Mencari pekerjaan yang lebih baik.

Namun kebanyakaan mereka akan bersembunyi di balik ketidakmampuan mereka. Walau mungkin ketidakmauan lah yang utama. Walau merasa tidak betah, tidak nyaman, namun tidak mau keluar dari zona nyaman. Tetap bertahan dengan segala gerutuan yang ada. Rela menjadi orang-orang yang kalah. (151008)

Kategori:Memaknai Kerja

Kerja dan Kehormatan

Desember 26, 2010 Tinggalkan komentar

Dulu saat masih bekerja di tempat kerjaku yang lama, aku sering berpikir mengenai para atasanku, para manajer.
Orang – orang yang dihormati di tempat kerja. Yang harus diikuti perintahnya oleh anak buahnya.

Aku bertanya-tanya, apakah mereka juga orang yang terhormat di masyarakat ? Kalau tidak ya kurang mantap. Karena menurutku, orang harus terhormat baik di tempat kerja maupun di masyarakat, disebabkan oleh pekerjaannya.

Baca selanjutnya…

Kategori:Memaknai Kerja