Arsip

Archive for the ‘Refleksi’ Category

Sombong

Desember 2, 2011 Tinggalkan komentar

Sombong adalah merasa lebih dari orang lain :

karena ilmu yang dimiliki
karena senioritas / lebih tua / lebih dahulu
karena kekuasaan yang dimiliki
karena harta yang dimiliki
karena pengalaman yang dimiliki
karena teman yang dipunyai
karena kekuatan tubuh / ketampanan/kecantikan wajah
karena banyaknya amal yang telah dilakukan

Merasa lebih yang mengakibatkan :

merendahkan orang lain
tidak mau kalah dari orang lain
menolak kebenaran dari orang lain
merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain

Sombong lah yang :

menyebabkan Iblis diusir dari surga-Mu karena menolak bersujud kepada Nabi Adam AS
menyebabkan Firaun mendapatkan adzab-Mu karena mengangkat diri menjadi Tuhan
menyebabkan timbulnya kemunafikan di hati Abdullah bin Ubay
menyebabkan seorang terhalang untuk masuk kedalam surga

Ya Allah, jauhkanlah hamba dari sifat sombong ini.

 

Iklan
Kategori:Refleksi

merenungkan #perjuangan

November 7, 2011 Tinggalkan komentar

#perjuangan adalah proses untuk mencapai TUJUAN/CITA CITA

TUJUAN yang tidak mudah untuk dicapai #perjuangan

banyak HAMBATAN dan TANTANGAN yang harus dihadapi #perjuangan

memerlukan PENGORBANAN dalam mencapainya #perjuangan

memerlukan TEKAD dan SEMANGAT yang kuat #perjuangan

memerlukan KESABARAN #perjuangan

sudahkah aku melakukan #perjuangan ?

Kategori:Refleksi

Ibadah, Syukur dan Nikmat

Oktober 16, 2011 Tinggalkan komentar

ilustrasi ibadah
Gambar dari : http://denbagusagung.com

Ibadah adalah sebuah bentuk rasa syukur.
Rasa syukur kita sebagai hamba atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Jika diibaratkan,  ibadah seperti saat kita selesai makan di warung,
maka kita wajib membayar atas makanan yang telah kita makan.

Selesai membayar, kita tidak mendapatkan hal yang lain atau menuntut hal yang lain.
Karena bayaran yang kita berikan, hanya cukup sebagai pengganti makanan yang telah kita makan.

Menurut saya, begitu jugalah hakekat ibadah.
Kita beribadah sebagai bentuk syukur kita atas nikmat.
Kita beribadah sebagai “bayaran” atas¬† nikmat yang telah kita terima.

Walaupun “bayaran” tersebut tidaklah sebanding.
Karena sedemikian banyak nikmat yang telah kita terima.
Yang bahkan tidak bisa kita hitung berapa banyaknya.

Berangkat dari hakekat ini, maka adalah tidak pantas apabila kita “menuntut” sesuatu kepada Allah, dikarenakan ibadah kita. Karena kita merasa sudah beribadah, kita “menuntut” agar Allah memenuhi keinginan-keinginan kita.

Ibadah adalah kewajiban yang harus ditunaikan karena hak yang sudah didapatkan.
Karena hak sudah didapatkan, maka tidak ada hak lagi yang tersisa yang bisa kita tuntut.

Namun, apakah berarti kita tidak boleh berharap dalam ibadah kita ?
Tentu saja boleh, karena Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang.
Apabila kita beribadah sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat yang kita terima.
Maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita.

Hal ini sesuai firman Allah dalam Al-Qur’an :

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( QS : Ibrahim: 7)

Maka beribadahlah, bersyukurlah atas nikmat yang telah dan masih diberikan kepada kita.
Dan bertawakkalah, niscaya Allah akan memberikan tambahan nikmat-Nya kepada kita.

 

Reminder untuk diri – Tangerang 161011

Kategori:Refleksi

BALADA PENGEJAR KESEMPURNAAN

September 8, 2011 Tinggalkan komentar

gambar dari : http://mygratitudelife.wordpress.com

Kasihanilah orang yang bermimpi menjadi sempurna.
Ingin menjadi sosok yang tanpa cela.
Ingin menjadi sosok yang tidak mempunyai kelemahan atau kekurangan.
Ingin menjadi sosok yang tidak pernah kalah dari orang lain.
Ingin menjadi sosok yang tidak pernah berbuat kesalahan.

Menderitalah orang yang mengejar kesempurnaan.
Menjadikan tujuan hidupnya, tuk menjadikan dirinya sempurna.
Selalu membandingkan kenikmatan yang diperoleh orang lain, dengan dirinya.
Selalu berharap kondisi yang sempurna, kondisi yang segala sesuatu-nya terjadi sesuai keinginannya.

Tak tahukah dia ?
Bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Bahwa Tuhannya tidak memerintahkan dia tuk menjadi sempurna.
Bahwa Tuhannya hanya menyuruh dia tuk berbuat sekuat kemampuannya, walau itu tidak sempurna.

Berbahagialah mereka yang selalu bersyukur.
Walau tahu dirinya tidak sempurna dan tidak akan menjadi sempurna.
Walau mereka mendapatkan ujian dalam hidupnya.

Berbahagialah mereka yang tetap beramal.
Beramal dengan niatan yang benar, sebagai sarana ibadah kepada Tuhannya.

Kategori:Refleksi

Akhir Ramadhan

Agustus 28, 2011 Tinggalkan komentar

Akhir Ramadhan
Khusyuknya Ramadhan tergantikan oleh gegap gempita Lebaran.

Oleh riuhnya orang yang mempersiapkan Lebaran, mempersiapkan mudik.

Masjid-masjid semakin sepi.
Sempat ramai di awal Ramadhan, kemudian sepi, kembali penuh saat iktikaf dan kembali sepi selepas malam 27.

Sedangkan pusat perbelanjaan, pasar, terminal, pelabuhan, stasiun ramai sesak oleh manusia.

Semoga aku bisa menyelesaikan Ramadhan dengan sempurna. Dan bisa meraih kemenangan.

28 Ramadhan 1432 H

Kategori:Refleksi Tag:

Kunci Kebahagiaan

Agustus 27, 2011 Tinggalkan komentar

Kunci kebahagiaan hidup di dunia adalah:

1. Selalu bersyukur atas nikmat yang dianugerahkan kepada kita.
2. Sabar atas ujian yang diberikan kepada kita.
3. Tawakkal dan husnudzon kepada Allah. Percaya bahwa Allah akan memberi yang terbaik.

27 Ramadhan 1432 H

Kategori:Refleksi Tag:

Penghambat amal

Agustus 13, 2011 Tinggalkan komentar


Ada 2 hal yang dapat menjadi penghambat untuk beramal :

1. Ketakutan dan
2. Kemalasan

Kategori:Refleksi